Selasa, 12 September 2017
Isnin, 11 September 2017
https://hendrakum9080.wordpress.com/2017/09/11/menjadi-kapten-perompak-bukan-pilihanku/
https://hendrakum9080.wordpress.com/2017/09/11/menjadi-kapten-perompak-bukan-pilihanku/
Menjadi kapten perompak bukan pilihanku. #bioarabasta_bagian_37 Sepoi angin terasa kuat manampar-nampar pipi. Di tempat saya berdiri, di atas sebuah bangunan setinggi 85 meter ini angin memang sedang kencang-kencangnya. Suaranya menggemuruh di telinga. Bahkan, berdiripun rasanya oyong. Berpegangan pada terali besi berwarna merah, saya melepaskan pandangan ke segala penjuru. Di sisi timur laut, Pulau Weh tampak jelas. Di bagian bawah, tampak air laut biru dengan riak dan deburan ombak yang sayup-sayup terdengar. [ 740 more words ]
Menjadi kapten perompak bukan pilihanku. #bioarabasta_bagian_37 Sepoi angin terasa kuat manampar-nampar pipi. Di tempat saya berdiri, di atas sebuah bangunan setinggi 85 meter ini angin memang sedang kencang-kencangnya. Suaranya menggemuruh di telinga. Bahkan, berdiripun rasanya oyong. Berpegangan pada terali besi berwarna merah, saya melepaskan pandangan ke segala penjuru. Di sisi timur laut, Pulau Weh tampak jelas. Di bagian bawah, tampak air laut biru dengan riak dan deburan ombak yang sayup-sayup terdengar. [ 740 more words ]https://hendrakum9080.wordpress.com/2017/09/11/menjadi-kapten-perompak-bukan-pilihanku/
Ahad, 10 September 2017
Jumaat, 8 September 2017
Seorang raja Muslim diasia tenggara diam membisu melihat rohingya
Kita (Mudah) Lupa
Daulat Tuanku! Sayang sekali. Seorang raja Muslim kaya raya di Asia Tenggara diam membisu terhadap penderitaan Muslim Rohingya. Menurut pencarian berbagai media di Google, dalam istananya terkoleksi mobil Ferrari, Rolls Royce yang tidak digunakan. Entah untuk apa hobi koleksi mewah demikian? Itu yang terliput oleh media. Bagaimana yang tidak?
Siapa dia? Dia adalah Sultan Hassanal Bolkiah. Saking kaya tidak tahu lagi mau dibawa kemana hartanya, ada bangunan di dalam Istananya seperti toilet brushes yang dilapisi oleh emas, begitu juga mobil mewahnya.
Bukankah mobil Ferrari, Rolls Royce dll yang tidak digunakannya itu sebaiknya dijual lalu disumbangkan untuk Muslim Rohingya? Seorang Muslim awam yang lemah mungkin cukup denga doa, tapi bagaimana dengan seorang raja yang kaya raya?
Bukankah Brunei dan Myanmar dalam Geografi sama-sama anggota ASEAN? Ini sama saja seperti penderitaan Muslim Rohingya terjadi di depan mata. Benarkah Brunei yang kaya minyak itu tidak peka dengan apa yang terjadi di kawasan Asia Tenggara. Seperti tidak terjadi apa-apa. Benarkah?
Sebagai perbandingan. Lihat Turki yang jauh dibelahan benua lain pun mau ikut membantu Muslim Rohingya. Dunia Muslim lupa kalau di Asia Tenggara ada raja Melayu yang kaya raya tapi (hampir) tidak pernah terliput aktivitasnya.
Ah...Darussalam itu hanya untuk negeri mu saja.
Brunei; negeri Merdeka, hidup sejahtera.
Aceh; negeri dijajah, tapi tetap peka.
Brunei, kita jumpa di akhirat saja.
Publik mudah lupa. Kita juga!
Γrebro, 06/09/17
Rabu, 30 Ogos 2017
Selamat hari raya idul adha
Di kala tetesan air mata Nabi Ibrahim jatuh menyaksikan keteguhan Iman anak nya Ismail, kala itulah sejarah agung ini tercipta, yaitu makna sejarah dari sebuah pengorbanan.........
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar...
Sungguh Agung Engkau Ya Allah, Tuhan ku, Tuhan sekalian alam.
SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1438 H
Ahad, 7 Mei 2017
Khamis, 16 Mac 2017
Aceh siap menunggu
GEGER....!! Aceh dengan gagah Tantang Balik Budha Miyanmar | muslim waw
AMP - Terkait ancaman dari tokoh Buddha radikal asal Myanmar Ashin Wirathu terhadap Aceh akibat diterapkan hukuman cambuk yang diberlakukan terhadap penganut Buddha di Aceh. Sejumlah
masyarakat siap menerima tantangan sang radikal tersebut.
"Pas sekali ancaman itu, karena kami dah lama menunggu perang dengan tokoh radikal yang membasmi muslim Rohingya itu, dan kami siap perang dengan mereka," tutur salah seorang di warkop Ulee Kareng Banda Aceh.
Bukan hanya dii sejumlah warung jadi perbincangan ancaman Tokoh Budha tersebut, bahkan di jejaring sosialpun menjadi heboh bahkan siap jihad para pemuda yang ada di Aceh untuk melawan Budhis tersebut.
"Kami siap perang dengan mereka sampai darah penghabisan," tutur seorang pengguna medsos di Group GARAM.
Menurut para sumber, Rakyat yang diindentik dengan karakter militer jjangan sekali-kali memancing ancaman, karena tampa dijual rakyat Aceh siap untuk dibeli, dan Aceh dari dulu hobi dengan perang, apa lagi membela Islam, rakyat Aceh rela mati demi Agama.
Diberitakan sebelumnya, tokoh Buddha radikal asal Myanmar, Wirathu mengecam keras hukuman cambuk yang diberlakukan terhadap penganut Buddha di Aceh.
Biksu yang bertanggungjawab atas tewasnya ribuan muslim Rohingya ini mengancam akan menyerang Aceh dan nelayan Indonesia yang ketahuan berlayar di area mereka.
“Tidak ada satu pun umat Buddha yang dianiaya kecuali kami akan membalasnya, ” tuturnnya.
Langgan:
Catatan (Atom)







